Sebenarnya ini adalah statement Bung Rocky Gerung yang saya coba untuk menafsirkan dan menjelaskannya agar kawan-kawan tidak salah paham akan maksud saya. Kenapa statement ini saya kutip??? Ini dia yang menjadi pertanyaannya.
Coba kita lihat kembali kebelakang dengan belajar sejarah sedikit, betapa tidak kontroversinya dulu pemikiran Buya Hamka terhadap rezim orde lama (sebut saja masa pemerintahan presiden pertama RI Soekarno). Sehingga Buya Hamka sempat merasai jeruji besi. Betapa sangat menyakitkan coba didalam jeruji besi. Namun, dibalik jeruji besi Buya Hamka melahirkan karya monumentalnya "Tafsir Al-Azhar" 30 juz.
Beranjak dari kisah Buya Hamka ini, kalaulah pemikiran Buya Hamka tidak kontroversi dengan rezim orde lama, bisa jadi tidak akan terlahir karya monumental itu. Sebab Beliau tidak akan masuk jeruji besi. Sehingga pikiran Beliaupun tidak akan terpikir untuk melahirkan karya tersebut.
Namun, Allah berkata lain dalam hal itu. Allah memberikan cobaan (masuk jeruji besi) kepada Beliau dengan tujuan agar Beliau dapat menyalurkan hasil pikirnya dalam bentuk tulisan yang menjadi monumental dikalangan umat Islam Indonesia maupun luar negeri.
Perlu kita sadari bahwa dibalik ujian dan cobaan yang datang akan ada hikmah (nikmat) yang begitu besar menanti. Juga mengharuskan kita agar selalu bersyukur dan terus berbenah untuk lebih baik lagi.
Oleh sebab itu, kontroversi akan membuahkan hasil pikir orang yang terkontrover tersebut berkembang lebih cepat. Karena ia akan terus berbenah diri dari segala kekurangannya dan terus mengintropeksi diri agar menjadi baik dan terus lebih baik lagi.
Coba kita lihat kembali kebelakang dengan belajar sejarah sedikit, betapa tidak kontroversinya dulu pemikiran Buya Hamka terhadap rezim orde lama (sebut saja masa pemerintahan presiden pertama RI Soekarno). Sehingga Buya Hamka sempat merasai jeruji besi. Betapa sangat menyakitkan coba didalam jeruji besi. Namun, dibalik jeruji besi Buya Hamka melahirkan karya monumentalnya "Tafsir Al-Azhar" 30 juz.
Beranjak dari kisah Buya Hamka ini, kalaulah pemikiran Buya Hamka tidak kontroversi dengan rezim orde lama, bisa jadi tidak akan terlahir karya monumental itu. Sebab Beliau tidak akan masuk jeruji besi. Sehingga pikiran Beliaupun tidak akan terpikir untuk melahirkan karya tersebut.
Namun, Allah berkata lain dalam hal itu. Allah memberikan cobaan (masuk jeruji besi) kepada Beliau dengan tujuan agar Beliau dapat menyalurkan hasil pikirnya dalam bentuk tulisan yang menjadi monumental dikalangan umat Islam Indonesia maupun luar negeri.
Perlu kita sadari bahwa dibalik ujian dan cobaan yang datang akan ada hikmah (nikmat) yang begitu besar menanti. Juga mengharuskan kita agar selalu bersyukur dan terus berbenah untuk lebih baik lagi.
Oleh sebab itu, kontroversi akan membuahkan hasil pikir orang yang terkontrover tersebut berkembang lebih cepat. Karena ia akan terus berbenah diri dari segala kekurangannya dan terus mengintropeksi diri agar menjadi baik dan terus lebih baik lagi.
Komentar