Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

“KAMPUSKU”

Itulah kata yang bisa aku ungkapkan setelah menyelesaikan studi dikampus IAIN Padangsidimpuan. Betapa tidak, hari demi hari, bulan berganti bulan dan tahun pun berganti tahun, aku lalui   dikampusku tercinta. Pulangpun kerumah yang berada di Desa Goti aku sangat jarang sekali. Kendatipun tempat tinggalku dekat dengan kampus, aku lebih sering menginap disebuah kost yang berada di Sihitang, kost AL-AN namanya. Seharipun aku tak datang ke kampus (nga’ ngampus) selalu ada yang menjanggal di dalam hatiku. Itu semua karena banyaknya aktivitas dikampusku yang tidak pernah dan tak akan pernah aku dapatkan ditempat yang lain kecuali dikampusku tercinta, diantaranya diskusi dan berorganisasi. Banyak sekali muncul statement dikalangan mahasiswa selama proses perkuliahanku yang mengatakan “Berorganisasi akan merusak akademik”. Tapi bagiku statement itu tidak menjadi penghalang untuk ikut dan aktif di dunia organisasi. Aku selalu teringat apa yang dikatakan (Almarhum) Prof. Dr. Baharuddin,...

"Need and Want"

Apa sich sebenarnya perbedaan Need dan  Want itu? Need  adalah Kebutuhan, sedangkan want adalah keinginan. Need   itu merupakan kebutuhan seseorang yang mesti terpenuhi, prioritas utama dan mendasar untuk dipenuhi. Berbeda halnya dengan want, keinginan itu bisa saja terpenuhi dan bisa jadi tidak terpenuhi sesuai dengan usaha yang dimiliki seseorang untuk memenuhi keinginan tersebut. Misalnya shalat, shalat sebenarnya merupakan sebuah kebutuhan bagi manusia untuk bercengkerama dengan sang Khaliq, namun banyak yang menjadikan shalat itu tidak sebagai kebutuhan diri bahkan hanya keinginan semata. Ia melaksanakan shalat ketika teringat saja, sehingga shalat itu dijadikan sesuai keinginan saja layaknya seperti permainan.

"Kontroversi" itu metode mengaktifkan pikiran, supaya tidak jadi "Boneka"

Sebenarnya ini adalah  statement   Bung Rocky Gerung yang saya coba untuk menafsirkan dan menjelaskannya agar kawan-kawan tidak salah paham akan maksud saya. Kenapa statement ini saya kutip??? Ini dia yang menjadi pertanyaannya. Coba kita lihat kembali kebelakang dengan belajar sejarah sedikit, betapa tidak kontroversinya dulu pemikiran Buya Hamka terhadap rezim orde lama (sebut saja masa pemerintahan presiden pertama RI Soekarno). Sehingga Buya Hamka sempat merasai jeruji besi. Betapa sangat menyakitkan coba didalam jeruji besi. Namun, dibalik jeruji besi Buya Hamka melahirkan karya monumentalnya "Tafsir Al-Azhar" 30 juz.  Beranjak dari kisah Buya Hamka ini, kalaulah pemikiran Buya Hamka tidak kontroversi dengan rezim orde lama, bisa jadi tidak akan terlahir karya monumental itu. Sebab Beliau tidak akan masuk jeruji besi. Sehingga pikiran Beliaupun tidak akan terpikir untuk melahirkan karya tersebut.  Namun, Allah berkata lain dalam hal itu. Allah memberikan...

Apa itu Bank???

Menurut Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 bahwa bank adalah suatu badan usaha yang menghimpun dana ( funding ) dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan dana ( lending ) tersebut kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman (kredit) atau dalam bentuk-bentuk jasa lainnya untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat. Bank dalam arti sebagai lembaga intermediasi (perantara) adalah suatu lembaga intermediasi yang menghimpun dana dari pihak yang kelebihan dana ( surplus ) dan menyalurkannya kepada pihak yang kekurangan dana ( defisit ). Bank dalam arti sebagai lembaga komersil adalah suatu lembaga yang mengambil keuntungan ( profit oriented ) dari masyarakat yang menyimpan dan meminjam dana ke bank tersebut untuk tujuan lembaga (organisasinya). Jadi, bank dapat diartikan menjadi dua yaitu sebagai lembaga intermediasi dan lembaga komersil. Rujukan: Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan U...